::edukasi ::

Teknik "Average"

Kebanyakan investor selalu fokus pada posisi HARGA TERBAIK, yg sebenarnya tak mudah mendapatkan kesempatan tersebut, entah itu di posisi JUAL ataupun untuk posisi BELI. Tetapi pada akhirnya seringkali mereka membeli malahan pada harga lebih tinggi lagi ataupun pada saat posisi JUAL malah lebih bawah lagi di bandingkan dgn harga tertinggi/HIGH pada hari itu.

Anda mungkin tak ASING lagi dgn istilah "DIBELI KOQ TURUN" atau "DIJUAL KOQ NAIK LAGI".

Memang tak dipungkiri, manusia selalu mencari yg "TERBAIK", tentu itu PASTI dan HARUS. Tetapi di kala, memang kita sudah tertarik maka kita sebenarnya bisa mulai melakukan pembelian bertahap [ pd posisi BELI ], ataupun kita sudah bisa melakukan penjualan secara bertahap [pd posisi JUAL]. Hal ini dilakukan semata untuk mendapatkan "best price" tentu saja. Yang mana, kondisi ini dilakukan oleh fund-fund besar ataupun sekelas dana pensiun.

Lalu, MENGAPA.. kita tidak berlajar dari hal ini.

Misalkan. si A selalu melakukan pembelian saham 100 lot, tiap mengeksekusi suatu saham ataupun katakanlah setara 100 juta rupiah. Dan saat ini katakanlah tertarik saham ICBP yg saat ini berada pada level 10600-10650. Memang entri terbaik untuk saat ini ada pada range 10250-9900. Dimana investor A, lgs memasukkan order beli pada harga 10000-20. Dan ketika ini kebetulan saham ICBP sudah terkoreksi hingga ke level 10300 -300. Dan di kala saham ini berada pada level ini, katakanlah dalam kurun waktu 2 jam masih bertahan atas level ini. Lalu mengapa kita harus bertahan pada level 10000, jika kita memang ada indikasi akan membeli.

Bukankah kita bisa memakai STRATEGI AVERAGE spt yg saya ulas diatas. Jika tampak saham ini kuat, kita bisa memecah order kita menjadi entrian 40%-20%-40% [40% untuk harga langsung, 20% di 10200 dan 40% di 10000]untuk mendapatkan saham ICBP ini bukan. Walaupun strategi ini mungkin sama seperti jika tiba-tiba ternyata anda mengubah order beli dari 10000-20 hingga match ke level 10450-20. Tetapi hal baiknya, bisa saja order anda yg selanjutnya anda tunda untuk antisipasi market jika turun di esok hari.

Yang penting adalah begitu saham ICBP NAIK, anda masih memiliki saham ini, demikian juga di kala esok ternyata saham ini turun, anda masih memiliki peluru untuk membeli kembali saham ini, bukan.

Hal sebaliknya juga bisa anda lakukan di kala ingin melakukan penjualan, kenapa harus ngotot pada harga tinggi-tinggi, malah terkadang penjualan yg anda lakukan di sore hari atau esok hari sama seperti di pagi hari ataupun di bulan yg lalu ???

Yuk, mari kita semakin "bijaksana" dalam berinvestasi.


kafeinvestor, your's investment dream

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s