Yuk ! kita belajar MANAJEMEN PORTOFOLIO

publish on 07:05

Posisi beli yg benar adalah di saat market terkoreksi tetapi investor selalu kuatir bahwa apa yg dibelinya itu malah turun lebih lanjut sehingga membuat portofolionya MERAH alias merugi

Tetapi hal ini tak berlaku disaat market menguat, investor lebih berani mengejar posisi saham ter-favoritnya karena di saat INDEX naik, walau nantinya saham yg dibelinya masih di modal ataupun terkoreksi dikit, nyali atau emosinya masih santai karena market naik, padahal kalo market berubah dari NAIK menjadi TURUN, mungkin posisi saham tersebut langsung dijual.

MENGAPA !! Hal ini terjadi.

Karena investor sering FOKUS hanya pada 1 posisi, yaitu pada saat mereka melakukan pembelian, mereka hanya melakukan sekali enter saja. Misalkan biasanya mereka membeli saham dengan sekali entri 100 lot.

Padahal posisi entri ini bisa diatur. Dengan tingkat keyakinan TINGGI, anda bisa langsung entri 100 lot, tetapi jika misalkan anda masih ragu-ragu, kenapa anda tidak entri dengan komposisi 50-50 atau 50-30-20 atau 30-40-40.

JADI ::

disaat anda POSITIF yakin, ini saham akan NAIK : ENTRI BELI 100%,
RAGU-RAGU : ENTRI BELI dulu 50%, sisanya 50% lagi nanti diatur belakangan.
HANYA ingin AVERAGE atau takut keburu REVERSAL : entrilah 20%-40%, sisanya bisa diatur kembali setelah NAIK atau TURUN.

Yuk ! kita bahas satu per satu ::

1. POSITIF – beli 100%.
Terlepas saham ini akan NAIK atau TURUN atau posisi UNTUNG atau RUGI. Hal ini terkait murni dgn hasil ANALISA anda. Jika UNTUNG maka berarti analisa anda BENAR, demikian sebaliknya jika RUGI berarti hasil analisa anda SALAH atau hanya MASALAH WAKTU.

2. RAGU-RAGU beli 50%.
Jika ternyata saham tersebut NAIK, maka anda masih memiliki kemungkinan UNTUNG 50% bukan atau posisi entri 50% lagi bisa anda lakukan sebagai average beli, yg mana berarti average harga anda pasti akan lebih bawah dari harga market saat ini. Bagaimana kalau RUGI, anda masih lumayan karena hanya mengalami LOSS 50% dari posisi yg biasa anda lakukan.

3. HANYA ingin AVERAGE.
Misalkan IDX sedang turun, tetapi saham ini sudah berada di level support yg anda sukai atau telah anda nantikan maka posisi beli bisa anda lakukan secara bertahap, misalkan beli 20% saja. Kalau naik anda telah memiliki saham tsb 20% tetapi bagaimana jika TURUN, anda masih memiliki peluru 80% lagi. Dan ingat disaat saham itu TURUN, uang yg anda pergunakan untuk membeli saham tsb jelas lbh sedikit atau lebih kecil dibandingkan jika anda membeli langsung meng-enter 100 lot, yg mana akan menghabiskan peluru anda langsung di harga tinggi.

So !! ayoh kita semakin PINTAR dalam BERINVESTASI.

Ber-INVESTASI dengan lebih SANTAI dan CERDAS.

salam SUKSES ber-Investasi

KAFEIN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s