Intisari hasil diskusi KPPM :

Intisari hasil diskusi KPPM semalam kurang lebih begini:

Anton Gunawan (Chief Economist Danamon) dan Elvyn G. Masassya (Dirut Jamsostek) sama meyakini bahwa:

• Tapering masih akan menjadi concern investor dan berpotensi menekan pasar hingga Q1 2014 nanti, tapi dampaknya tidak akan sedahsyat perkiraan orang. Anton lebih worry dengan terjadinya reversal suku bunga bank sentral global di 2015.

• Concern atas CAD juga tetap bertahan hingga H1 2014 dan kenaikan BI Rate kemarin dianggap tidak cukup sehingga bakal ada kenaikan lagi ±50 bps di Q1.

• Pemilu akan menguntungkan kegiatan ekonomi dalam jangka pendek karena spending besar sekali. Akan ada tambahan growth sekitar 0,2% di GDP.

• Aktifitas buruh akan meningkat terkait dengan pensiun atau SJSN.

• Harga komoditas ekspor Indonesia cenderung flat atau naik tipis saja, oleh karenanya Elvyn tidak menaruh harapan besar di saham komoditas. Dia lebih menyukai sektor yang memiliki potensi growth tinggi dalam jangka panjang seperti properti dan infrastruktur.

• Anton menganggap rupiah telah undervalue dan 11.000 adalah level wajarnya. Gejolak rupiah saat ini lebih karena concern atas debt repayment akhir tahun yg dinilai besar, tapi itu telah ada skema untuk refinancing atau korporat biasanya telah memiliki dollarnya.

• Elvyn menganggap IHSG di 4200 undervalue dan tidak menyarankan untuk melakukan penjualan.

• Tambahan info: tekanan jual TLKM kemarin karena ada penjualan MSOP.


Sumber : UNKNOWN via BBM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s