ROUBINI :Rendah, Risiko Krisis di `Fragile Five`

publish on 08:13
Ekonom Nouriel Roubini berpendapat, ancaman krisis yang disebabkan kejatuhan mata uang, utang pemerintah dan krisis perbankan di lima negara yang belakangan ini kerap disebut “Fragile Five”; India, Indonesia, Brazil, Turki dan Afrika Selatan, tetap rendah.

“Semua negara itu mempunyai sistem nilai tukar yang fleksibel, cadangan devisa cukup besar yang melindungi mata uang dan perbankan mereka, serta lebih sedikit mengalami mismatches (misalnya, banyak meminjam mata uang asing untuk mendanai investasi aset dalam mata uang lokal),” papar ‘Dr Doom’ Roubini.

“Banyak juga yang memiliki sistem perbankan yang lebih baik. Meskipun rasio utang publik dan swasta meningkat namun masih rendah dengan sedikit risiko gagal bayar,” ungkap Roubini lewat tulisan di situs Project Syndicate, yang dikutip cnbc.com.(3/2).

Menurut profesor Stern Scool of Business, New York University dan pimpinan Roubini Global Economics itu, optimisme terhadap emerging market “kemungkinan besar memang benar” dengan fundamental ekonomi jangka menengah yang umumnya melimpah, seperti urbanisasi, industrialisasi dan kenaikan jumlah konsumen.

Namun demikian, Roubini mengingatkan bahwa satu atau dua tahun ke depan, emerging market akan mengalami perjalanan lebih berat karena pemerintahnya akan menerapkan kebijakan yang lebih ketat. “Kebijakan jangka pendek yang dihadapi banyak negara ini akan tetap buruk – celakalah bila mereka memperketat kebijakan moneter dan fiskal dengan cepat, dan celakalah jika tidak melakukannya,” ungkap Roubini.(CNBC)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s